Pengalaman Seleksi S2 ITB

Setelah melakukan pendaftaran dan melengkapi berkas pada website pendaftaran S2 ITB, selanjutnya saya dikirimi email pemberitahuan untuk melakukan seleksi dan wawancara di ITB pada tanggal 7 Juni 2017.

Materi Seleksi

  1. Wawancara (jadwal wawancara dan interviewer bisa dilihat di gedung Teknik Industri ITB, tidak disertakan dalam email pemberitahuan). Saya mendapatkan jadwal wawancara jam 10.00-12.00. Luckily, nama saya terakhir jadilah saya wawancara hampir jam 12.
  2. Tes Matematika Dasar (45 Menit), jumlah soal 25, benar +4, salah -1. Apakah susah? Gampang banget suer deh, andai itu adalah saya waktu baru lulus SMA :D. Sepanjang mengerjakan saya hanya bisa bilang ini “DULU” mudah banget wkwkwkwk.
  3. Tes Logika (45 Menit), jumlah soal 25, benar +4, salah -1. Yang menarik adalah ada tipe soal yang sama di Tes Matematika dan diulang di Tes logika. Eh pada saat di Tes Matematika saya ga bisa entah bagaimana ketika di Tes logika malah bisa.
  4. Tes Bahasa yang ternyata adalah jreng jreng…. essay on the spot dalam Bahasa Indonesia 20 menit dan Bahasa Inggris 20 menit.
Advertisements

Pengalaman Tes TPA

Harga : Rp. 325.000;

Kegunaan: Pendaftaran S2, CPNS, Beasiswa, Kenaikan Jabatan, dll

Skor minimal: tergantung penyelenggara semakin banyak pesaingnya maka akan semakin tinggi pula nilai/skor yang dibutuhkan.

Untuk jadwal dan pendaftaran bisa langsung cek website resmi bappenas (penyelenggara TPA) akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

bappenas

 

Selanjutnya klik untuk detail dan lakukan pendaftaran. Hal-hal yang diperlukan sebelum pendaftaran supaya tidak bolak-balik :

  1. Scan KTP
  2. Scan Ijazah (minimal lulusan D3)
  3. Scan/foto Bukti Transfer (bukti transfer jangan hilang karena harus dibawa pada saat tes).

Tanggal 21 Mei 2017, saya tes TPA di bappenas Jakarta. Ini merupakan tes TPA pertama saya untuk keperluan pendaftaran S2 ITB. Pendaftaran S2 ITB sendiri hanya mematok skor minimal 475, akan tetapi setelah saya lihat jurusan yang ingin saya tuju (Teknik dan Manajemen Industri) beberapa tahun ini selalu mematok >=525 sehingga saya dalam hati memang inginnya lebih dari skor tersebut. Kenapa dalam hati? karena jujur saja saya tidak belajar untuk TPA ini (jangan ditiru ~_~’).

Sebelah saya ternyata juga ingin melanjutkan studi ke S2 ITB dan sudah berkali-kali ikut tes ini namun belum bisa mencapai nilai minimal 475 padahal beliau sudah dinyatakan lulus seleksi dengan syarat nilai TPA harus mencapai nilai tersebut. Saya merasa persiapan untuk TPA ini sangatlah minim lebih tepatnya ga belajar. Fokus saya setahun kemarin memang ke bahasa Inggris (pengen beneran bisa bahasa Inggris soalnya).  Untuk persiapan TPA ini saya mendownload beberapa games TPA yang kebanyakan dianggurin saja dan sempat dimainkan hanya beberapa menit saja (catet: sempat artinya hanya karena penasaran setelah 5 menit kebanyakan dari games tsb langsung di uninstall hahaha). Menyesal tidak pernah datang di awal, saya menyesal setelah bertemu dengan orang-orang yang memang bekerja dengan sangat keras untuk TPA ini. Sempat terpikir andaikan skor saya kecil untuk tes ini pasti saya nyesel banget.  Tapi saya buang jauh-jauh dulu perasaan menyesal itu, karena bagaimanapun saya harus menyelesaikan tes ini.

Tes TPA terbagi menjadi 3 subtes. Tiap subtes dikerjakan dalam waktu 1 (satu) jam. Tidak boleh mengerjakan subtes yang telah berlalu ataupun yang belum di mulai, ikuti aba-aba pengawas ujian.

  1. Sub tes Verbal : 90 soal (Sinonim, antonim, perbandingan, baca artikel dan sedikit hitungan pada soal artikel; kesulitan pada subtes ini adalah kata-kata yang digunakan adalah ajaib alias jarang ada pada bacaan umum.)
  2. Sub tes hitungan: 90 soal (deret, suku, volume, aljabar, persentase, perbandingan; kesulitan pada subtes ini adalah menahan rasa penasaran terhadap soal)
  3. Sub tes logika: 70 soal (silogisme, deret gambar, gambar diputar, logika dalam bacaan; kesulitan dalam subtes ini pastinya membayangkan gambar-gambar yang diputar-putar tanpa alat bantu.)

Rasa-rasanya tes ini memang tidak mungkin diselesaikan dalam waktu 3 jam jika ukurannya adalah orang normal ya  bukan jenius hehehe. Tiga hari setelah tes, sekitar jam 12 siang saya mendapatkan email sebagai berikut:

TPA-1

Alhamdulillah saya mendapatkan skor total 588,1 lebih besar dari target 525. Jika dilihat, nilai saya paling tinggi di sub tes 1. Sub tes 1 ini merupakan sub tes verbal, setelah saya pikir-pikir karena saya merasa tidak belajar soal-soal TPA kemungkinan besar ini terjadi karena saya belajar B.Inggris yang cukup intens selama setahun ini. Dari mulai baca artikel, novel, buku bahasa Inggris), apa saja dicari bahasa inggrisnya karena saya merasa sangat lemah bahasa Inggrisnya. Ternyata hal inilah yang membantu saya mengerjakan sub tes tersebut tanpa sengaja.

Tips yang lain adalah ketika pengawas memberi tahun waktu 10 menit lagi sub tes ini akan selesai inilah tanda kita harus mulai menembak. Pilihlah satu jawaban diantara A, B, C, D, atau E untuk mengisi nomor-nomor yang belum ada jawabannya. Kalau pilih A, jawablah semua nomor yang masing kosong tersebut semuanya dengan A. Jangan random karena akan mengurangi peluang kita menembak. Kecuali bagi orang-orang yang memiliki feeling so good untuk urusan tembak-menembak.

Tips yang paling manjur minta doa restu orang tua, teman dan banyak bersedekah. Sedekah ini banyak bentuknya termasuk tersenyum kepada siapapun yang kita temui terutama pada hari H entah itu tukang ojeg, tukang bajaj bapak satpam, peserta tes apalagi pengawasnya.

Akhir kata bagi teman-teman yang masih berjuang dengan nilai TPA, jangan pernah menyerah, insyaallah Allah akan memberikan yang terbaik kepada orang yang bersungguh-sungguh.

 

Perjalanan Menuju ELPT ITB

Selasa, 16 Mei 2017

(Jadwal Ujian 16 Mei 2017 Pukul 13.30 wib, Tempat : UPT Bahasa ITB)

09.10 – 11.19 wib Berangkat dari Cikarang naik Primajasa (per 16 Mei 2017 harganya Rp. 52.000;)
11. 19-11.50 wib Ngetem Damri
11.50-13.05 wib Berangkat ke ITB naik Damri jurusan Dago (per 16 Mei 2017 harganya Rp. 5.000;)
13.05-13.10 wib Sampai di depan Jl. Ganesa (seberang RS. Borromeus) langsung  jalan cepat setengah lari ke ujung Jl. Ganesa yang lain
13.10-13.15 wib terus nyebrang  di Depan Kebon Binatang naik angkot (apa saja) Rp. 2.000; menuju UPT Bahasa ITB.
13.15 wib Sampai di UPT Bahasa, langsung naik lantai 4 ruangan A.  (Keterangan Ruangan ada dalam bukti bayar tes)

Di bawah ini adalah jadwal Bis Damri Leuwi Panjang-Dago (menurut pengalaman, jam yang tertera bisa saja berbeda jadi harus tambah spare waktu jika tiba-tiba ngetemnya cukup lama.

WhatsApp Image 2017-05-17 at 16.34.33

Kemacetan parah melanda hari itu, bahkan lampu merah sudah berganti-ganti warna berkali-kali Bis yang ditumpangi belum bisa melewati lampu merah tersebut. Saya memang tidak terbiasa sarapan pagi namun karena kemacetan yang terjadi saya harus merelakan tidak makan siang dulu supaya bisa sampai tepat waktu. Okay, dan yang paling parah adalah karena kecapean dan sudah malas keluar lagi untuk cari makanan dan minuman belum lagi waktu ujian yang tinggal sedikit lagi akan dimulai akhirnya saya melipir ke toilet untuk minum air keran hahaha. And yes, that was craziest thing ever. Satu teguk, dua teguk dan ketiga teguk sukses malah bikin mual wkwkwkw. Sepanjang tes malah terutama pas Listening test (tes yang pertama) yang ada hanya mensugesti diri sendiri supaya ga laper dan ga sakit perut gara-gara minum air keran.

Nah pengalaman saya ini lebih baik jangan di contoh, cape BroSis. Buat teman-teman yang ingin tes ELPT , apalagi dari luar kota seperti saya memang lebih baik untuk datang jauh lebih awal karena jalanan di kota Bandung sekarang mah subhanallah macetnya ga kira-kira. Betul memang ELPT ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga tes yang lain yakni harganya Rp. 75.000;. tapi ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan seperti jadwal Bis terakhir yakni 16.30, sedangkan tesnya sendiri baru selesai jam 15.40 wib. Ditambah bagi yang muslim kan harus shalat ya (saya shalat di masjid Salman karena sekalian ngincer makan siang yang sudah terlanjur kesorean tea). Bis Dago-Leuwipanjang juga jarang ada,  dan sepertinya tidak melewati halte Borromeus tapi melewati Borromeus dari arah Unpad Dipati Ukur (nah ini perlu konfirmasi lagi). Saya sendiri karena saking macetnya akhirnya naik angkot Dago-Kelapa dan berhenti di halte Superindo (Rp. 2.500-mungkin karena saya ngasih Rp. 10.000; ya :P) baru nunggu lagi dan lanjut naik Bis Damri Dago-Leuwi Panjang).

Lebih jauh tentang Tes ELPT

Pengalaman Tes TOEIC

Harga : Rp. 370.000; (jauh lebih murah dari harga asli di website resmi ITC karena saya nebeng ke company, kalau tidak salah harga aslinya 600 rb an ditambah pajak 10%)

Kegunaan:  Untuk mengetahui kemampuan kita berbahasa Inggris dalam berkomunikasi di dunia kerja, bisa juga untuk daftar beasiswa lpdp, mendaftar perusahaan multinational company, pertamina, mendaftar ke universitas luar negeri, dll

Negara yang menggunakan: Biasanya negara Asia terutama Jepang dan Korea

Waktu tes: 2,5 jam

Jumlah soal: 200 soal

Listening

  • Terdiri dari 100 soal, 10 soal pertama tersedia gambar dan kita mendengarkan pilihan mana yang sesuai gambar tersebut sedangkan sisanya merupakan percakapan yang settingnya di dunia kerja entah di meeting room, kantor, restoran, kapal, sedang menelpon, dll. Percakapan ini juga terbagi menjadi percakapan pendek dan panjang.
  • Kesulitan: Pada saat percakapan panjang butuh konsentrasi lebih karena soalnya pun lebih banyak.
  • Waktu: 20 menit

Reading

  • Terdiri dari 100 soal, terbagi menjadi reading kalimat, email, iklan, koran, flyer, korespondensi.
  • Kesulitan: Soalnya sangat banyak dan panjang-panjang terkadang satu halaman bisa hanya memuat 1 soal.
  • Waktu: 130 menit

Hasil

Karena saya ikut yang versi murah sehingga hasilnya agak lama jadinya, keluar sekitar 1 bulan setelah tes. Alhamdulillah saya mendapatkan skor 730. Sedikit iseng  saya mencari tahu apa yang bisa dilakukan dengan skor 730 ini. Skor ini tidak besar juga tidak kecil, dalam beberapa literatur berkata bahwa skor 730 merupakan border line. Bahkan skor 730 merupakan batas skor minimal sertifikat warna biru ^-^. Seolah saya merasa dapat nilai A karena skor saya pas 85 hehehe.

Warna sertifikat

  •       orange (10–215)
  •       cokelat (220–465)
  •       hijau (470–725)
  •       biru (730–850)
  •       emas (855–990)

Kemudian saya iseng lagi mencari tahu ternyata wow setidaknya saya bisa masuk ke perguruan tinggi KAIST, Korea yang merupakan perguruan tinggi rangking ke 41 Dunia (2017) menurut QS Top Universities karena minimal skor untuk KAIST adalah 720. Dan lagi skor 700 merupakan skor minimal untuk banyak perusahaan MNC di Jepang dan Korea. Tadinya hasil skor ini akan saya gunakan untuk beasiswa lpdp dalam negeri namun karena satu dan lain hal akhirnya saya tidak jadi mendaftar beasiswa tersebut, so sad.  Tapi hikmah yang paling terasa adalah ini kali pertama saya merasa saya bisa mendengarkan apa yang dibicarakan dalam Tes tersebut, serasa selaput yang menutup telinga saya dalam mendengarkan bahasa inggris tiba-tiba terbuka sedikit hahaha.