Pengalaman Tes TPA

Harga : Rp. 325.000;

Kegunaan: Pendaftaran S2, CPNS, Beasiswa, Kenaikan Jabatan, dll

Skor minimal: tergantung penyelenggara semakin banyak pesaingnya maka akan semakin tinggi pula nilai/skor yang dibutuhkan.

Untuk jadwal dan pendaftaran bisa langsung cek website resmi bappenas (penyelenggara TPA) akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

bappenas

 

Selanjutnya klik untuk detail dan lakukan pendaftaran. Hal-hal yang diperlukan sebelum pendaftaran supaya tidak bolak-balik :

  1. Scan KTP
  2. Scan Ijazah (minimal lulusan D3)
  3. Scan/foto Bukti Transfer (bukti transfer jangan hilang karena harus dibawa pada saat tes).

Tanggal 21 Mei 2017, saya tes TPA di bappenas Jakarta. Ini merupakan tes TPA pertama saya untuk keperluan pendaftaran S2 ITB. Pendaftaran S2 ITB sendiri hanya mematok skor minimal 475, akan tetapi setelah saya lihat jurusan yang ingin saya tuju (Teknik dan Manajemen Industri) beberapa tahun ini selalu mematok >=525 sehingga saya dalam hati memang inginnya lebih dari skor tersebut. Kenapa dalam hati? karena jujur saja saya tidak belajar untuk TPA ini (jangan ditiru ~_~’).

Sebelah saya ternyata juga ingin melanjutkan studi ke S2 ITB dan sudah berkali-kali ikut tes ini namun belum bisa mencapai nilai minimal 475 padahal beliau sudah dinyatakan lulus seleksi dengan syarat nilai TPA harus mencapai nilai tersebut. Saya merasa persiapan untuk TPA ini sangatlah minim lebih tepatnya ga belajar. Fokus saya setahun kemarin memang ke bahasa Inggris (pengen beneran bisa bahasa Inggris soalnya).  Untuk persiapan TPA ini saya mendownload beberapa games TPA yang kebanyakan dianggurin saja dan sempat dimainkan hanya beberapa menit saja (catet: sempat artinya hanya karena penasaran setelah 5 menit kebanyakan dari games tsb langsung di uninstall hahaha). Menyesal tidak pernah datang di awal, saya menyesal setelah bertemu dengan orang-orang yang memang bekerja dengan sangat keras untuk TPA ini. Sempat terpikir andaikan skor saya kecil untuk tes ini pasti saya nyesel banget.  Tapi saya buang jauh-jauh dulu perasaan menyesal itu, karena bagaimanapun saya harus menyelesaikan tes ini.

Tes TPA terbagi menjadi 3 subtes. Tiap subtes dikerjakan dalam waktu 1 (satu) jam. Tidak boleh mengerjakan subtes yang telah berlalu ataupun yang belum di mulai, ikuti aba-aba pengawas ujian.

  1. Sub tes Verbal : 90 soal (Sinonim, antonim, perbandingan, baca artikel dan sedikit hitungan pada soal artikel; kesulitan pada subtes ini adalah kata-kata yang digunakan adalah ajaib alias jarang ada pada bacaan umum.)
  2. Sub tes hitungan: 90 soal (deret, suku, volume, aljabar, persentase, perbandingan; kesulitan pada subtes ini adalah menahan rasa penasaran terhadap soal)
  3. Sub tes logika: 70 soal (silogisme, deret gambar, gambar diputar, logika dalam bacaan; kesulitan dalam subtes ini pastinya membayangkan gambar-gambar yang diputar-putar tanpa alat bantu.)

Rasa-rasanya tes ini memang tidak mungkin diselesaikan dalam waktu 3 jam jika ukurannya adalah orang normal ya  bukan jenius hehehe. Tiga hari setelah tes, sekitar jam 12 siang saya mendapatkan email sebagai berikut:

TPA-1

Alhamdulillah saya mendapatkan skor total 588,1 lebih besar dari target 525. Jika dilihat, nilai saya paling tinggi di sub tes 1. Sub tes 1 ini merupakan sub tes verbal, setelah saya pikir-pikir karena saya merasa tidak belajar soal-soal TPA kemungkinan besar ini terjadi karena saya belajar B.Inggris yang cukup intens selama setahun ini. Dari mulai baca artikel, novel, buku bahasa Inggris), apa saja dicari bahasa inggrisnya karena saya merasa sangat lemah bahasa Inggrisnya. Ternyata hal inilah yang membantu saya mengerjakan sub tes tersebut tanpa sengaja.

Tips yang lain adalah ketika pengawas memberi tahun waktu 10 menit lagi sub tes ini akan selesai inilah tanda kita harus mulai menembak. Pilihlah satu jawaban diantara A, B, C, D, atau E untuk mengisi nomor-nomor yang belum ada jawabannya. Kalau pilih A, jawablah semua nomor yang masing kosong tersebut semuanya dengan A. Jangan random karena akan mengurangi peluang kita menembak. Kecuali bagi orang-orang yang memiliki feeling so good untuk urusan tembak-menembak.

Tips yang paling manjur minta doa restu orang tua, teman dan banyak bersedekah. Sedekah ini banyak bentuknya termasuk tersenyum kepada siapapun yang kita temui terutama pada hari H entah itu tukang ojeg, tukang bajaj bapak satpam, peserta tes apalagi pengawasnya.

Akhir kata bagi teman-teman yang masih berjuang dengan nilai TPA, jangan pernah menyerah, insyaallah Allah akan memberikan yang terbaik kepada orang yang bersungguh-sungguh.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s